Posted in keputusasaan

Sekedar Selipan Kegagalan

Hidupku jadi pincang lagi. Aku kembali tenggelam dalam pekatnya dunia. Melupakan kewajibanku, impianku yang tersisa dan seluruh keinginanku di masa depan.

Bila aku terus-terusan bersikap seperti ini, aku pasti akan gagal lagi.

Padahal sudah aku tekankan pada diriku sendiri, jangan ada kegagalan lagi. Sudah cukup sampai disini.

Kegagalan masuk SMA impian saja sudah lebih dari cukup untuk berhasil membuatku tumbang.

Apalagi nanti? Impian terbesarku itu?

Lantas, mengapa aku tidak bisa sadar juga?

Ingatlah…

Kini aku perlu memilih antara IPA atau IPS.

Tapi, IPA? Aku tak menguasainya. Sungguh, padahal aku sudah diberi kesempatan oleh Allah SWT. Apakah mampu untuk masuk jurusan IPA atau tidak. Dan sepertinya jawabannya memang, tidak.

Aku juga memikirkan segala konsekuensi bila masuk jurusan IPA. Bagaimana dengan SBMPTN? Kuyakin soal-soalnya akan teramat sulit untukku. Dan jika aku pilih lintas jalur, artinya aku perlu banting stir mempelajari seluruh mata pelajaran IPA dan IPS. Karena untuk persiapan UN juga SBMPTN.

Aku? Anak yang paling ogah belajar mampu melakukan itu? Hah, mustahil.

Butuh pertimbangan yang matang dan juga harus konsisten! Tapi kurasa akan teramat sulit.

Jangan bandingkan aku dengan anak-anak cerdas diluar sana.

Aku jauh, sangat sangat jauh perbandingannya dari mereka.

Sungguh, aku malu pada diriku sendiri….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s