Posted in keputusasaan

Terjebak Fatamorgana

Aku tidak pernah tahu, akan menjadi seperti apa nantinya kelak di masa depan.

Aku yang terkadang selalu merasa iri dengan orang-orang diluar sana. Mereka yang jauh lebih kuat. Mereka yang dengan percaya diri tinggi mampu meneriakkan impian mereka.

Sedangkan aku?

Aku bisa apa? Aku hanya bisa berdiam diri. Merasa begitu pesimis dengan segala keterbatasan yang kumiliki.

Aku tidak sehebat mereka. Seberapa pun aku mencoba. Aku tetap tidak bisa seperti mereka.

Jika aku terus menerus hanya berpangku tangan pada diriku sendiri. Lantas apa yang bisa kudapatkan? Selain sebuah ketertinggalan?

Aku ingin bangkit dan berjuang keras melebihi mereka.

Tapi…

Tapi, tapi dan hanya kata ‘tapi’ inilah yang selalu menghambat diriku!

Apalagi yang telah kusia-siakan dalam hidup ini?

Waktu?

Waktu yang bisa membunuh siapapun dalam sekejap!

Masa depan terlalu kejam. Meski belum tampak pada kedua bola mataku.

Yang sedang kujalani saat ini bagai sebuah fatamorgana semata.

Padahal sebenarnya aku sedang berada di Gurun pasir yang sangat tandus.

Lalu, bagaimana caranya agar aku bisa tersadarkan dari fatamorgana ini??

Menyadarkan diri, bahwa semua yang ada dihadapanku ini cuma sekedar ilusi belaka!

Karena yang sebenarnya menantiku adalah sebuah kepahitan besar!

Kumohon…

Aku. Mungkin cuma salah satu pecundang yang berharap terlalu tinggi.

Tapi, sungguh, aku butuh sebuah petunjuk.

Aku sudah terlalu lelah tersesat dalam lingkaran kehidupan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s